This is default featured slide 1 title
Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.
This is default featured slide 2 title
Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.
This is default featured slide 3 title
Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.
This is default featured slide 4 title
Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.
This is default featured slide 5 title
Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.
Thursday, October 12, 2023
Wednesday, September 13, 2023
FORMASI LENGKAP CPNS DAN PPPK NTB 2023
FORMASI LENGKAP CPNS DAN PPPK NTB 2023
Pendaftaran CPNS dan PPPK akan dibuka mulai 17 September 2023 mendatang. Terdapat lowongan di 596 instansi yang berasal dari Kementrian Lembaga, Pemerintah Provinsi, dan Pemerintah Kota/Kabupaten yang menunggu calon pegawai.
Sebelum melakukan pendaftaran CPNS 2023 ada beberapa hal yang perlu diperhatikan seperti tata cara mendaftar, syarat, sampai jadwal seleksi. Simak rangkuman detikSulsel berikut ini tentang seleksi CPNS 2023!
Baca artikel detiksulsel, "Pendaftaran CPNS 2023 Dibuka, Simak Cara Daftar, Syarat, dan Jadwalnya!" selengkapnya https://www.detik.com/sulsel/berita/d-6925005/pendaftaran-cpns-2023-dibuka-simak-cara-daftar-syarat-dan-jadwalnya.
Syarat Daftar CPNS 2023
Berdasarkan Peraturan MenPAN-RB Nomor 27 Tahun 2021 Tentang Pengadaan Pegawai Negeri Sipil, syarat dan ketentuan pendaftaran CPNS 2023 adalah sebagai berikut:
Warga Negara Indonesia
Minimal usia 18 tahun dan maksimal 35 tahun
Sehat jasmani dan Rohani
Peserta tidak pernah dipidana penjara
Peserta tidak pernah diberhentikan dengan tidak hormat atau berhenti dari Polisi, TNI, dan kepolisian
Tidak berstatus sebagai CPNS, PNS, TNI, dan sejenisnya
Peserta memiliki kualifikasi pendidikan yang sesuai dengan jabatan yang dibuka
Bukan anggota atau pengurus partai politik
Bersedia ditempatkan di seluruh wilayah Indonesia maupun negara lain sesuai dengan ketentuan instansi
Baca artikel detiksulsel, "Pendaftaran CPNS 2023 Dibuka, Simak Cara Daftar, Syarat, dan Jadwalnya!" selengkapnya https://www.detik.com/sulsel/berita/d-6925005/pendaftaran-cpns-2023-dibuka-simak-cara-daftar-syarat-dan-jadwalnya.
Sunday, August 6, 2023
MODUL PROYEK P5 KEARIFAN LOKAL MASYARAKAT LOMBOK
MODUL PROYEK P5 KEARIFAN LOKAL MASYARAKAT LOMBOK
Seiring dengan perkembangan zaman yang diiringi dengan perubahan di berbagai dimensi kehidupan, disadari atau tidak banyak hal-hal baik dimasyarakat (kearifan lokal) yang merupakan produk budaya, adat istiadat ,tutur dari orang tua dan nenek moyang kita terpinggirkan , tidak digunakan lagi atau bahkan ditinggalkan, dilupakan bahkan sudah tidak dikenal lagi oleh masyarakat, generasi penerus, atau oleh para siswa kita. Padahal keariafan lokal yang pernah dilaksanakan telah memberikan bukti nyata berkontribusi menjadikan interaksi diantara warga masyarakat dalam bentuk interaksi simbiosis mutualisme.
Terpinggirkannya kearifan lokal tidak lepas dari derasnya pengaruh budaya asing yang ikut dalam cepatnya kemajuan teknologi informasi yang diterima oleh seluruh lapisan masyarakat. Untuk hal tersebut kearifan lokal perlu dilakukan penguatan khususnya pada siswa sehingga diharapkan para siswa mengetahui dan dapat menggunakan kearifan lokal dalam kehidupannya ditengah-tengah lingkungannya sehari-hari. Diantara bentuk penguatan karakter posistif pada siswa adalah pelaksanaan Penguatan proyek profil pelajar Pancasila. Profil pelajar Pancasila berperan sebagai referensi utama pada implemantasi kurikulum merdeka yang mengarahkan kebijakan-kebijakan pendidikan termasuk menjadi acuan untuk para pendidik dalam membangun karakter serta kompetensi peserta didik. Profil ini perlu sederhana, mudah dijalankan baik oleh pendidik maupun oleh pelajar agar dapat dihidupkan dalam kegiatan sehari-hari. Profil Pancasila yang diharapkan dimiliki oleh para siswa yaitu:
1) beriman, bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, dan berakhlak mulia, 2) mandiri, 3) bergotong-royong, 4) berkebinekaan global, 5) bernalar kritis, dan 6) kreatif.
Projek penguatan profil pelajar Pancasila memberikan kesempatan bagi peserta didik untuk belajar dalam situasi belajar yang fleksibel, kegiatan belajar yang lebih interaktif, dan juga terlibat langsung dengan lingkungan sekitar untuk menguatkan berbagai kompetensi dalam profil pelajar Pancasila. Projek didesain agar peserta didik dapat melakukan investigasi, memecahkan masalah, dan mengambil keputusan. Peserta didik bekerja dalam periode waktu yang telah dijadwalkan dengan fokus merealisasikan seluruh atau sebagain karakter pelajar Pancasila dengan atau tidak menghasilkan produk dan/atau aksi
Kegiatan proyek penguatan profil pelajar pancasila bersifat Ko-kurikuler dimaksudkan untuk lebih memperdalam dan menghayati materi pelajaran yang telah dipelajari dalam kegiatan intrakurikuler didalam kelas melalui kegiatan proyek dengan tema tertentu agar siswa mempunyai karakter pelajar pancasila. Dalam tataran pelaksanaannya, proyek penguatan profil pelajar Pancasila sering terkendala akan pemahaman materi, modul proyek , alur pelaksanaan proyek, alat evaluasi maupun pelaporannya. Untuk hal tersebut kami mencoba menjembatani dalam hal materi dan modul proyek sehingga diharapkan pelaksanaan proyek penguatan profil pelajar Pancasila dapat berjalan dengan baik.
Makna Kearifan Lokal
Makna kearifan lokal atau pengertian dari kearifan lokal, pada dasarnya merupakan nilai – nilai positif dalam masyarakat dalam berinteraksi antar sesamnya yang sudah ada sejak lama atau suatu hal yang sudah ada di suatu wilayah sejak lama dan dilanjutkan dari generasi ke generasi sebagai suatu yang “Baik” yang memberikan dampak pada tatanan dan interaksi antar warga masyarakat yang baik.
Kearifan lokal adalah pandangan hidup suatu masyarakat di wilayah tertentu mengenai lingkungan alam tempat mereka tinggal. Pandangan hidup ini biasanya adalah pandangan hidup yang sudah berurat akar menjadi kepercayaan orang-orang di wilayah tersebut selama puluhan bahkan ratusan tahun. Untuk mempertahankan kearifan lokal tersebut, para orang tua dari generasi sebelumnya, dan lebih tua akan mewariskannya kepada anak-anak mereka dan begitu seterusnya. Mengingat kearifan lokal adalah pemikiran yang sudah lama,
maka kearifan lokal yang ada pada suatu daerah jadi begitu melekat dan sulit untuk dipisahkan dari masyarakat yang hidup di wilayah tersebut. Mirisnya, meski banyak orang tua tetap berusaha mewariskan kearifan lokal dan pandangan hidup yang mereka dapatkan dari nenek moyang, tetapi banyak anak muda justru menganggap kearifan lokal dan pandangan hidup tradisional yang sudah turun-temurun dari nenek moyang adalah pandangan dan pemikiran kuno yang sudah tidak lagi relevan dengan zaman modern saat ini. Padahal, kalau dipikir-pikir lagi, segala sesuatu yang termasuk pandangan hidup yang masih tradisional tidak selamanya buruk dan tidak selamanya juga merupakan pandangan yang salah. Bahkan, bisa berlaku sebaliknya, karena kearifan lokal yang dipertahankanlah yang membuat suatu masyarakat jadi begitu unik dan berbeda dari masyarakat yang tinggal di wilayah lain.
Dengan kearifan lokal, maka tatanan sosial dan alam sekitar agar tetap lestari dan terjaga. Selain itu, kearifan lokal juga merupakan bentuk kekayaan budaya yang harus digenggam teguh, terutama oleh generasi muda untuk melawan arus globalisasi. Dengan begitu karakteristik dari masyarakat daerah setempat tidak akan pernah luntur. Apalagi, kearifan lokal berasal dari nenek moyang kita, yang jelas lebih mengerti segala sesuatunya terutama yang berkaitan dengan wilayah tersebut. Selain itu, ada kebijaksanaan dan juga hal baik dalam kearifan lokal tersebut, tetapi terkadang sulit dimengerti oleh anak muda dari generasi sekarang. Sebaliknya, pandangan yang terlalu modern memiliki potensi yang lebih merusak terutama merusak kearifan lokal yang sudah ada. Bahkan, tak menutup kemungkinan akan merusak kebudayaan yang sudah ada, juga merusak alam sekitar.
Ciri-Ciri Kearifan Lokal
1. Bertahan dari Gempuran Budaya Asing
2. Memiliki Kemampuan Mengakomodasi Budaya yang Berasal dari Luar
3. Mampu Mengintegrasikan Budaya Asing ke Dalam Budaya Asli di Indonesia
4. Mampu Mengendalikan Budaya Asing yang Masuk
5. Memberi Arah pada Perkembangan Budaya di Masyarakat
DOWNLOAD E BOOK PDF MODUL PROYEK KEARIFAN LOKAL DISINI
Wednesday, July 19, 2023
PERANGKAT PEMBELAJARAN MATEMATIKA KELAS X KURIKULUM MERDEKA
PERANGKAT PEMBELAJARAN MATEMATIKA KELAS X KURIKULUM MERDEKA
CAPAIAN PEMBELAJARAN MATA PELAJARAN MATEMATIKA SMA/MA FASE E
|
Elemen |
Capaian Pembelajaran |
|
Bilangan |
Di akhir fase E,
peserta didik dapat menggeneralisasi sifat-sifat bilangan berpangkat
(termasuk bilangan pangkat pecahan). Mereka dapat menerapkan barisan dan
deret aritmetika dan geometri, termasuk masalah yang terkait bunga tunggal
dan bunga majemuk. |
|
Aljabar
dan Fungsi |
Di akhir fase E,
peserta didik dapat menyelesaikan masalah yang berkaitan dengan sistem
persamaan linear tiga variabel dan sistem pertidaksamaan linear dua variabel.
Mereka dapat menyelesaikan masalah yang berkaitan dengan persamaan dan fungsi
kuadrat (termasuk akar imajiner), dan persamaan eksponensial (berbasis sama)
dan fungsi eksponensial. |
|
Pengukuran |
- |
|
Geometri |
Di akhir fase E,
peserta didik dapat menyelesaikan permasalahan segitiga siku-siku yang
melibatkan perbandingan trigonometri dan aplikasinya. |
|
Analisis
Data dan Peluang |
Di akhir fase E,
peserta didik dapat merepresentasikan dan menginterpretasi data dengan cara
menentukan jangkauan kuartil dan interkuartil. Mereka dapat membuat dan
menginterpretasi box plot (box-andwhisker plot) dan menggunakannya untuk
membandingkan himpunan data. Mereka dapat menggunakan dari box plot,
histogram dan dot plot sesuai dengan natur data dan kebutuhan. Mereka dapat
menggunakan diagram pencar untuk menyelidiki dan menjelaskan hubungan antara
dua variabel numerik (termasuk salah satunya variabel bebas berupa waktu).
Mereka dapat mengevaluasi laporan statistika di media berdasarkan tampilan,
statistika dan representasi data. Peserta didik dapat menjelaskan peluang dan
menentukan frekuensi harapan dari kejadian majemuk. Mereka menyelidiki konsep
dari kejadian saling bebas dan saling lepas, dan menentukan peluangnya. |
Alur Tujuan Pembelajaran:
|
Elemen:
Bilangan; Aljabar dan
Fungsi |
|||
|
Profil
Pelajar Pancasila: Kreatif,
Bernalar Kritis, dan Mandiri |
|||
|
Capaian
Pembelajaran: Peserta
didik dapat menggeneralisasi sifat-sifat bilangan berpangkat (termasuk
bilangan pangkat pecahan). Mereka dapat menerapkan barisan dan
deret aritmetika dan geometri, termasuk masalah yang terkait bunga tunggal
dan bunga majemuk.
Peserta
didik
dapat menyelesaikan masalah yang berkaitan dengan sistem persamaan linear
tiga variabel dan sistem pertidaksamaan linear dua variabel. Mereka dapat menyelesaikan
masalah yang berkaitan dengan persamaan dan fungsi kuadrat (termasuk akar
imajiner), dan persamaan eksponensial (berbasis sama) dan fungsi
eksponensial.
|
|||
|
Materi |
Tujuan Pembelajaran |
Modul Ajar |
JP |
|
1.
A |
Peserta
didik dapat menerapkan
operasi pada bilangan berpangkat. |
1
|
2 |
|
1.
B |
Peserta
didik dapat menerapkan
operasi pada bilangan irasional. |
1 |
2 |
|
1.
C |
Peserta
didik dapat menerapkan
konsep logaritma. |
1 |
2 |
|
1.
D |
Peserta didik dapat menyelesaikan
masalah kontekstual yang berkaitan dengan operasi pada bilangan berpangkat. |
1 |
1 |
|
1.
E |
Peserta
didik dapat menyelesaikan
masalah kontekstual yang berkaitan dengan operasi pada bilangan irasional. |
1 |
1 |
|
1.
F |
Peserta
didik dapat menyelesaikan
masalah kontekstual yang berkaitan dengan logaritma. |
1 |
1 |
|
TOTAL JAM PELAJARAN (JP) |
9 |
||
RANGKUMAN PEDAGOGIK DAN LATIHAN SOAL UNTUK PRETES DAN UP PPG
RANGKUMAN PEDAGOGIK DAN LATIHAN SOAL
UNTUK PRETES DAN UP PPG
JENIS EVALUASI
Jenis evaluasi berdasarkan tujuan
📍Evaluasi diagnostik adalah evaluasi yang ditujukan untuk menelaah kelemahan- kelemahan siswa beserta faktor-faktor penyebabnya.
📍Evaluasi selektif adalah evaluasi yang digunakan untuk memilih siswa yang paling tepat sesuai dengan kriteria program kegiatan tertentu.
📍Evaluasi penempatan adalah evaluasi yang digunakan untuk menempatkan siswa dalam program pendidikan tertentu yang sesuai dengan karakteristik siswa.
📍Evaluasi formatif adalah evaluasi yang dilaksanakan untuk memperbaiki dan meningkatan proses belajar dan mengajar.
📍Evaluasi sumatif adalah evaluasi yang dilakukan untuk menentukan hasil dan kemajuan belajar siswa.
Prinsip-prinsip evaluasi pembelajaran ada 9, yaitu:
📍objektif: penilaian berbasis pd standar & tdk dipengaruhi faktor subjektivitas penilan
📍terpadu: penilaian oleh pendidik dilakukan secara terencana, menyatu dgn kegiatan pembelajaran, & berkesinambungan
📍Holistik & berkesinambungan: penilaian oleh pendidik mencakup smua aspek kompetensi & dgn menggunakan brbagai teknik penilaian yg sesuai dgn kompetensi yg hrus dikuasai peserta didik.
📍ekonomis: penilaian yg efisien & efektif dlm perencanaan, pelaksanaan, & pelaporannya.
📍transparan: prosedur penilaian, kriteria penilaian, & dasar pengambilan kputusan dpt di akses oleh smua pihak.
📍valid: penilaian harus mampu mengukur kompetensi hasil blajar sesuai dgn indikator yg sdh ditetapkan shingga penilaian tsb tepat sasaran.
📍beracuan kriteria: penilaian di dasarkan pd ukuran pencapaian kompetensi yg ditetapkan.
📍akuntabel: penilaian dpt di pertanggungjawabkan kpd pihak internal sekolah maupun eksternal untk aspek teknik, prosedur & hasilnya.
📍edukatif: mendidik & memotivasi peserta didik & guru.
Penilaian Autentik adalah pengukuran atas proses dan hasil belajar peserta didik untuk ranah sikap (afektif), keterampilan (psikomotor), dan Pengetahuan (kognitif).
Penilaian autentik adalah istilah yang diciptakan untuk menjelaskan berbagai metode penilaian alternatif yang memungkinkan siswa dapat mendemonstrasikan kemampuannya dalam menyelesaikan tugas-tugas dan menyelesaikan masalah. Sekaligus, mengekspresikan pengetahuan dan keterampilannya dengan cara mensimulasikan situasi yang dapat ditemui di dalam dunia nyata di luar lingkungan sekolah. Ketika menerapkan penilaian Autentik untuk mengetahui hasil dan prestasi belajar peserta didik, guru menerapkan kriteria yang berkaitan dengan konstruksi pengetahuan, aktivitas mengamati dan mencoba, dan nilai prestasi luar sekolah.
1. Penilaian Sikap
Pendidik melakukan penilaian sikap melalui observasi, penilaian diri, penilaian teman sejawat (peer evaluation) oleh peserta didik.
a. Observasi
Merupakan teknik penilaian yang dilakukan secara berkesinambungan dengan menggunakan indera, baik secara langsung maupun tidak langsung dengn menggunakan pedoman observasi yang berisi sejumlah indikator perilaku yang diamati.
b. Penilaian diri
Merupakan teknik menilaian dengan cara meminta peserta didik untuk mengemukakan kelebihan dan kekurangan dirinya dalam konteks pencapaian kompetensi. Instrumen yang digunakan berupa lembar penilaian diri.
c. Penilaian antar peserta didik atau teman
Merupakan teknik penilaian dengan cara meminta peserta didik untuk saling menilai terkait dengan pencapaian kompetensi. Instrumen yang digunakan berupa lembar penilaian antar peserta didik.
d. Jurnal atau catatan guru
Merupakan catatan pendidik di dalam dan di luar kelas yang berisi informasi hasil pengamatan tentang kekuatan dan kelemahan peserta didik yang berkaitan dengan sikap dan perilaku.
2. Penilaian Pengetahuan
a. Instrumen tes tertulis
Berupa soal pilihan ganda, isian, jawaban singkat, benar-salah, menjodohkan, dan uraian. Instrumen uraian dilengkapi pedoman penskoran.
b. Instrumen tes lisan
Berupa daftar pertanyaan yang diberikan oleh guru secara ucap atau lisan, sehungga peserta didik merespon pertanyaan tersebut, sehingga menimbulkan keberanian dari siswa. Jawaban dapat berupa kata, frase, kalimat atau paragraf yang di ucapkan.
c. Instrumen penugasan
Berupa pekerjaan rumah atau projek yang dikerjakan secara individu atau kelompok sesuai dengan karakteristik tugas.
3. Penilaian Keterampilan
Pendidik menilai kompetensi keterampilan melalui penilaian kinerja, yaitu penilaian yang menuntut peserta didik mendemonstrasikan suatu kompetensi tertentu dengan menggunakan tes praktik, projek, dan penilaian porto polio. Instrumen yang digunakan merupakan daftar cek atau skala penilaian (rating scale) yang dilengkapi rubrik.
a. Tes praktik atau kinerja atau performance
Yaitu penilaian yang menuntut respon berupa keterampilan melakukan suatu aktifitas atau perilaku sesuatu tuntutan kompetensi.
b. Penilaian projek
Yaitu tugas-tugas belajar (learning task) yang meliputi kegiatan perancangan, pelaksanaan, dan pelaporan secara tertulis maupun lisan dalam waktu tertentu.
c. Penilaian porto polio
Yaitu penilaian yang dilakukan dengan cara penilai kumpulan seluruh karya peserta didik dalam bidang tertentu yang bersifat reflektif integratif untuk mengetahui minat, perkembangan, prestasi, dan kreatifitas peserta didik dalam kurun waktu tertentu. karya tersebut dapat berbentuk tindakan nyata yang mencerminkan kepedulian peserta didik terhadap lingkungannya.
4. Karakteristik Penilaian Autentik
Suatu penilaian dikatakan autentik apabila sangat mendekati hasil pendidikan sains yang diinginkan, melibatkan siswa pada tugas-tugas yang bermanfaat, penting dan bermakna, mampu menantang siswa menerapkan informasi atau ketrampilan akademik baru pada situasi reel untuk maksud yang jelas, serta mampu mengukur perbuatan atau menampilkan yang sebenarnya pada suatu mata pelajaran, pengukuran penguasaan siswa terhadap suatu mata pelajaran dengan cara yang dibanding regulasi sederhana dari pengetahuan. Karakteristik penilaian nyata (authentic assessment) sebagai berikut:
a. Dilaksanakan selama dan sesudah proses pembelajaran berlangsung
b. Bisa digunakan untuk formatif atau sumatif
c. Yang diukur ketrampilan dan performance bukan mengingat fakta
d. Berkesinambungan
e. Terintegrasi, dan dapat digunakan sebagai feedback.
CONTOH SOAL PPG
1. Pada suatu pembelajaran pola dan fungsi … bahwa siswa belum faham dengan konsep yang
dipelajari karena ada beebrapa konsep-konsep sebelumnya yang belum dipahami dengan baik oleh siswa. Langkah yang sebaiknya dilakukan guru dalam rangka menuntun siswa memahami konsep yang dipelajari:
a. Mengulanag kembali penyampaian materi konsep-konsep yang terdahulu yang mendasari
konsep yang akan diajarkan
b. Memberikan contoh-contoh yang lebih banyak untuk memperjelas konsep yang sedang
dibelajarkan
c. Menunjukan buku-bukuyang sebaiknya dibaca siswa untuk bisa memahami konsep yang
akan dibelajarkan.
d. Memberikan soal-soal yang mengarah pola dan mengingat kembali konsep-konsep
sebelumnya yang mendasari konsep yang dibelajarkan
e. Memberikan latihan-latihan soal yang lebih banyak kepada siswa terkait konsep yang
dibelajarkan (Berdasarkan Pengalaman Guru dilapangan )
Sunday, July 9, 2023
PERANGKAT PEMBELAJARAN MATEMATIKA KELAS XI KURIKULUM MERDEKA
PERANGKAT PEMBELAJARAN MATEMATIKA KELAS XI
KURIKULUM MERDEKA
CAPAIAN
PEMBELAJARAN
MATEMATIKA
A. Rasional Mata Pelajaran Matematika
Matematika merupakan ilmu atau
pengetahuan tentang belajar atau berpikir logis yang sangat dibutuhkan manusia
untuk hidup yang mendasari perkembangan teknologi modern. Matematika mempunyai
peran penting dalam berbagai disiplin ilmu dan memajukan daya pikir manusia.
Matematika dipandang sebagai materi pembelajaran yang harus dipahami
sekaligus sebagai alat
konseptual untuk mengonstruksi
dan merekonstruksi materi tersebut, mengasah, dan melatih kecakapan berpikir
yang dibutuhkan untuk memecahkan masalah dalam kehidupan. Belajar matematika
dapat meningkatkan kemampuan peserta didik dalam berpikir logis, analitis,
sistematis, kritis, dan kreatif. Kompetensi tersebut diperlukan agar pebelajar
memiliki kemampuan memperoleh, mengelola, dan memanfaatkan informasi untuk
bertahan hidup pada keadaan yang selalu berubah, penuh dengan ketidakpastian,
dan bersifat kompetitif.
Mata Pelajaran Matematika
membekali peserta didik tentang cara berpikir, bernalar, dan berlogika melalui
aktivitas mental tertentu yang membentuk alur berpikir berkesinambungan dan
berujung pada pembentukan alur pemahaman terhadap materi pembelajaran
matematika berupa fakta, konsep, prinsip, operasi, relasi, masalah, dan solusi
matematis tertentu yang bersifat formal-universal. Proses mental tersebut dapat
memperkuat disposisi peserta didik untuk merasakan makna dan manfaat matematika
dan belajar matematika serta nilai- nilai moral dalam belajar Mata Pelajaran
Matematika, meliputi kebebasan, kemahiran, penaksiran, keakuratan,
kesistematisan, kerasionalan, kesabaran, kemandirian, kedisiplinan, ketekunan,
ketangguhan, kepercayaan diri, keterbukaan pikiran, dan kreativitas. Dengan
demikian relevansinya dengan profil pelajar Pancasila, Mata Pelajaran
Matematika ditujukan untuk mengembangkan kemandirian, kemampuan bernalar
kritis, dan kreativitas peserta didik. Adapun materi pembelajaran pada Mata
Pelajaran Matematika di setiap jenjang pendidikan dikemas melalui bidang kajian
Bilangan, Aljabar, Pengukuran, Geometri, Analisis Data dan Peluang.
B. Tujuan Mata Pelajaran Matematika
Mata Pelajaran Matematika
bertujuan untuk membekali peserta didik agar dapat:
· memahami
materi pembelajaran matematika berupa fakta, konsep, prinsip, operasi, dan
relasi matematis dan mengaplikasikannya secara luwes, akurat, efisien, dan
tepat dalam pemecahan masalah matematis (pemahaman matematis),
· menggunakan penalaran
pada pola dan
sifat, melakukan manipulasi
matematis dalam membuat generalisasi, menyusun bukti, atau menjelaskan gagasan
dan pernyataan matematika (penalaran dan pembuktian
matematis),
· memecahkan
masalah yang meliputi kemampuan memahami masalah, merancang model matematis,
menyelesaikan model atau menafsirkan solusi yang diperoleh (pemecahan masalah
matematis).
· mengomunikasikan
gagasan dengan simbol, tabel, diagram, atau media lain untuk memperjelas
keadaan atau masalah,
serta menyajikan suatu situasi kedalam simbol atau model matematis
(komunikasi dan representasi matematis),
· mengaitkan
materi pembelajaran matematika berupa fakta, konsep, prinsip, operasi, dan
relasi matematis pada suatu bidang kajian, lintas bidang kajian, lintas bidang
ilmu, dan dengan kehidupan (koneksi matematis), dan
· memiliki sikap
menghargai kegunaan matematika
dalam kehidupan, yaitu memiliki rasa ingin tahu, perhatian, dan minat
dalam mempelajari matematika, serta sikap kreatif, sabar, mandiri, tekun,
terbuka, tangguh, ulet, dan percaya diri dalam pemecahan masalah (disposisi
matematis).
C. Karakteristik Mata Pelajaran Matematika
Mata Pelajaran Matematika
diorganisasikan dalam lingkup lima elemen konten dan lima elemen kecakapan.
1. Elemen konten dalam Mata Pelajaran Matematika
terkait dengan pandangan bahwa matematika sebagai materi pembelajaran (subject matter) yang harus dipahami
peserta didik.
|
Elemen |
Deskripsi |
|
Bilangan |
Bidang kajian Bilangan membahas tentang angka sebagai
simbol bilangan, konsep bilangan, operasi hitung bilangan, dan relasi antara
berbagai operasi hitung bilangan dalam subelemen representasi visual, sifat
urutan, dan operasi |
|
Aljabar |
Bidang kajian Aljabar membahas tentang aljabar non-
formal dalam bentuk simbol gambar sampai dengan aljabar formal dalam bentuk
simbol huruf yang mewakili bilangan tertentu dalam subelemen persamaan dan
pertidaksamaan, relasi dan pola bilangan, serta rasio dan proporsi. |
|
Pengukuran |
Bidang kajian Pengukuran membahas tentang besaran-
besaran pengukuran, cara mengukur besaran
tertentu, dan membuktikan prinsip atau teorema terkait besaran tertentu dalam
subelemen pengukuran besaran geometris dan non-geometris. |
|
Geometri |
Bidang kajian Geometri membahas tentang berbagai bentuk
bangun datar dan bangun ruang baik dalam kajian Euclides maupun Non-Euclides
serta ciri-cirinya dalam subelemen geometri datar dan geometri ruang. |
|
Analisis Data dan Peluang |
Bidang kajian Analisis Data dan Peluang membahas tentang
pengertian data, jenis-jenis data, pengolahan data dalam berbagai bentuk
representasi, dan analisis data kuantitatif terkait pemusatan dan penyebaran
data serta peluang munculnya suatu data atau kejadian tertentu dalam
subelemen data dan representasinya, serta ketidakpastian dan peluang. |
2.
Elemen
kecakapan dalam mata
pelajaran Matematika terkait dengan pandangan bahwa matematika
sebagai alat konseptual untuk mengonstruksi dan merekonstruksi materi
pembelajaran matematika berupa aktivitas mental yang membentuk alur berpikir
dan alur pemahaman yang dapat mengembangkan kecakapan- kecakapan.
|
Elemen |
Deskripsi |
|
Pemahaman Matematis |
Pemahaman matematis terkait erat dengan pembentukan alur
pemahaman terhadap materi pembelajaran matematika berupa fakta, konsep,
prinsip, operasi, dan relasi yang bersifat formal-universal, dengan cara
mengingat, menjelaskan, dan menerapkannya secara rutin dalam kasus sederhana. |
|
Penalaran dan Pembuktian Matematis |
Penalaran terkait erat dengan pembentukan alur berpikir
dalam mengonstruksi dan merekonstruksi materi pembelajaran matematika berupa
fakta, konsep, prinsip, operasi, dan relasi dengan cara menggunakan pola
hubungan untuk menganalisis situasi dan menyusun konjektur, sedangkan
pembuktian matematis terkait erat dengan pembentukan alur pemahaman terhadap
materi pembelajaran matematika berupa fakta, konsep, prinsip, operasi, dan
relasi yang bersifat formal-universal dengan cara membuktikan kebenaran suatu
prinsip, rumus, atau teorema tertentu. |
|
Pemecahan Masalah Matematis |
Pemecahan masalah matematis terkait erat dengan
pembentukan alur berpikir dalam mengonstruksi dan merekonstruksi materi pembelajaran
matematika dan pembentukan alur pemahaman terhadap materi pembelajaran
matematika berupa fakta, konsep, prinsip, operasi, dan relasi yang bersifat
formal-universal, dengan cara menggunakan berbagai strategi yang efektif
untuk menerapkan materi pembelajaran matematika dalam menyelesaikan masalah
matematis atau masalah sehari- hari. |
|
Komunikasi dan Representasi Matematis |
Komunikasi dan representasi matematis terkait erat
dengan pembentukan alur pemahaman terhadap materi pembelajaran matematika berupa
fakta, konsep, prinsip, operasi, dan relasi yang bersifat formal-universal
dengan cara mengomunikasikan gagasan dengan simbol, tabel, diagram, atau
media lain untuk memperjelas keadaan atau masalah, serta menyajikan suatu
situasi kedalam simbol atau model matematis. |
|
Koneksi Matematis |
Koneksi matematis terkait erat dengan pembentukan alur
pemahaman terhadap materi pembelajaran matematika berupa fakta, konsep,
prinsip, operasi, dan relasi yang bersifat formal-universal dengan cara
mengaitkan antarmateri pembelajaran matematika pada suatu bidang kajian,
lintas bidang kajian, lintas bidang ilmu, dan dengan kehidupan. |
D. Capaian Pembelajaran Matematika Fase F (Umumnya untuk kelas XI dan
XII SMA)
Pada akhir fase F, peserta didik
dapat menentukan fungsi Invers, komposisi
fungsi dan transformasi
fungsi untuk memodelkan situasi dunia nyata berdasarkan
fungsi yang sesuai (linier, kuadrat, eksponensial). peserta
didik menerapkan teorema
tentang lingkaran, dan menentukan panjang busur dan luas juring
lingkaran. Peserta didik juga dapat mengevaluasi berbagai laporan berbasis
statistik.
Fase F Berdasarkan Elemen
|
Elemen |
Capaian Pembelajaran |
|
Bilangan |
- |
|
Aljabar dan Fungsi |
Di akhir fase F, peserta didik
dapat menentukan fungsi Invers, komposisi fungsi dan transformasi fungsi
untuk memodelkan situasi dunia nyata berdasarkan fungsi yang sesuai (linier,
kuadrat, eksponensial). |
|
Pengukuran |
- |
|
Geometri |
Di akhir fase F, peserta didik
menerapkan teorema tentang lingkaran, dan menentukan panjang busur dan luas
juring lingkaran. |
|
Analisis Data dan Peluang |
Di akhir fase F, peserta didik
dapat merumuskan pertanyaan, mengumpulkan informasi, menyajikan, menganalisis,
hingga menarik kesimpulan dari suatu data dengan membuat rangkuman statistik
deskriptif. mengevaluasi proses acak yang mendasari percobaan statistik,.
Mereka menggunakan peluang bebas dan bersyarat untuk menafsirkan data. |
|
Fungsi |
- |
|
Kalkulus |
- |
ALUR DAN
TUJUAN PEMBELAJARAN
MATEMATIKA
FASE F (KELAS 11 DAN 12 SMA)
A. Capaian Pembelajaran
Matematika Fase F
Pada akhir fase F, peserta didik
dapat menentukan fungsi Invers, komposisi
fungsi dan transformasi
fungsi untuk memodelkan situasi dunia nyata berdasarkan
fungsi yang sesuai (linier, kuadrat, eksponensial). peserta
didik menerapkan teorema
tentang lingkaran, dan menentukan panjang busur dan luas juring
lingkaran. Peserta didik juga dapat mengevaluasi berbagai laporan berbasis
statistik.
B. Capaian berdasarkan domain
|
Elemen |
Capaian Pembelajaran |
|
Bilangan |
- |
|
Aljabar dan Fungsi |
Di akhir fase F, peserta didik dapat menentukan fungsi
Invers, komposisi fungsi dan transformasi fungsi untuk memodelkan situasi dunia
nyata berdasarkan fungsi yang sesuai (linier, kuadrat, eksponensial). |
|
Pengukuran |
- |
|
Geometri |
Di akhir fase F, peserta didik menerapkan teorema
tentang lingkaran, dan menentukan panjang busur dan luas juring lingkaran. |
|
Analisis Data dan Peluang |
Di akhir fase F, peserta didik dapat merumuskan
pertanyaan, mengumpulkan informasi, menyajikan, menganalisis, hingga menarik
kesimpulan dari suatu data dengan membuat rangkuman statistik deskriptif.
mengevaluasi proses acak yang mendasari percobaan statistik,. Mereka
menggunakan peluang bebas dan bersyarat untuk menafsirkan data. |
|
Fungsi |
- |
|
Kalkulus |
- |
C. Penurunan Capaian Domain
Menjadi Tujuan Pembelajaran Per Domain
1. Tujuan
Pembelajaran untuk Domain Aljabar dan Fungsi
Capaian Pembelajaran Domain: Peserta didik dapat menentukan fungsi Invers,
komposisi fungsi dan transformasi fungsi untuk memodelkan situasi dunia nyata
berdasarkan fungsi yang sesuai (linier, kuadrat, eksponensial)
|
Materi |
Tujuan Pembelajaran Domain Aljabar dan Fungsi |
Modul |
|
Relasi
dan Fungsi |
A.1 Membedakan relasi dan fungsi |
1 |
|
Macam-macam
Fungsi |
A.2 Membandingkan fungsi surjektif, fungsi injektif dan fungsi
bijektif |
1 |
|
A.3 Membandingkan fungsi-fungsi khusus (konstan, identitas,
genap-ganjil, modulus, tangga) |
1 |
|
|
Aljabar
Fungsi |
A.4 Menerapkan operasi aljabar fungsi untuk menunjukkan ekuivalensi
ekspresi |
1 |
|
Komposisi
Fungsi dan Fungsi Invers |
A.5 Menerapkan konsep komposisi fungsi untuk menyederhanakan
ekspresi |
1 |
|
A.6 Menganalisis sifat-sifat komposisi fungsi khususnya
memperhatikan domain |
1 |
|
|
A.7 Menerapkan sifat-sifat komposisi fungsi untuk menyatakan fungsi
komposisi dari komposisi dua fungsi atau lebih |
1 |
|
|
A.8 Memodelkan masalah yang terkait dengan fungsi komposisi |
1 |
|
|
A.9 Menyelesaikan masalah yang terkait dengan fungsi komposisi |
1 |
|
|
A.10 Menjelaskan konsep invers fungsi |
1 |
|
|
A.11 Mengontruksi rumus invers dari beberapa fungsi (linear, kuadrat,
eksponen dan logaritma) |
1 |
|
|
A.12 Menentukan suatu fungsi jika fungsi komposisi dan fungsi lain
diketahui |
1 |
2. Tujuan
Pembelajaran untuk Domain Geometri
Capaian Pembelajaran Domain: Peserta didik menerapkan teorema tentang lingkaran,
dan menentukan panjang busur dan luas juring lingkaran.
|
Materi |
Tujuan Pembelajaran Domain Geometri |
Modul |
|
Unsur-Unsur
Lingkaran |
G.1 Menjelaskan konsep lingkaran |
2 |
|
G.2 Mengidentifikasi unsur-unsur lingkaran |
2 |
|
|
G.3 Menentukan panjang busur lingkaran |
2 |
|
|
G.4 Menjelaskan hubungan antara dua sudut dan panjang busur lingkaran |
2 |
|
|
G.5 Menentukan luas juring lingkaran |
2 |
|
|
G.6 Menjelaskan hubungan antara dua sudut dan luas juring lingkaran |
2 |
|
|
G.7 Menentukan luas tembereng lingkaran |
2 |
|
|
Persamaan
Lingkaran |
G.8 Mengontruksi rumus persamaan lingkaran berpusat di titik O(0,0)
dan berjari-jari r |
2 |
|
G.8 Mengontruksi rumus persamaan lingkaran berpusat di titik (a, b)
dan berjari-jari r |
2 |
|
|
Kedudukan
Garis Lingkaran |
G.9 Menganalisis kedudukan garis terhadap lingkaran secara geometris
maupun aljabar |
2 |
|
Persamaan
Garis Singgung Lingkaran |
G.10 Mengontruksi rumus persamaan garis singgung titik pada lingkaran |
2 |
|
G.11 Mengontruksi rumus persamaan garis singgung titik di luar
lingkaran |
2 |
|
|
G.12 Mengontruksi rumus persamaan garis singgung lingkaran dengan
gradien tertentu |
2 |
|
|
Hubungan
Dua Lingkaran |
G.13 Menganalisis hubungan dua lingkaran |
2 |
3. Tujuan
Pembelajaran untuk Domain Analisis Data dan Peluang
Capaian Pembelajaran Domain: Peserta didik dapat, merumuskan pertanyaan,
mengumpulkan informasi, menyajikan, menganalisis, hingga menarik kesimpulan
dari suatu data dengan membuat rangkuman statistik deskriptif. mengevaluasi
proses acak yang mendasari percobaan statistik,. Mereka menggunakan peluang
bebas dan bersyarat untuk menafsirkan data.
|
Materi |
Tujuan Pembelajaran Domain Analisis Data dan Peluang |
Modul |
|
Aturan
penjumlahan dan aturan perkalian |
D.1 Menjelaskan aturan penjumlahan |
3 |
|
D.2 Menjelaskan aturan perkalian |
3 |
|
|
D.3 Menyelesaikan masalah yang terkait dengan aturan penjumlahan dan
atau aturan perkalian |
3 |
|
|
Permutasi |
D.4 Menjelaskan pengertian permutasi |
3 |
|
D.5 Mengontruksi rumus permutasi |
3 |
|
|
D.6 Menyelesaikan masalah yang terkait dengan konsep permutasi |
3 |
|
|
Permutasi
dengan beberapa objek sama |
D.7 Menjelaskan pengertian permutasi dengan beberapa objek yang sama |
3 |
|
D.8 Mengontruksi rumus permutasi dengan beberapa objek yang sama |
3 |
|
|
D.9 Menyelesaikan masalah yang terkait dengan konsep permutasi dengan
beberapa objek yang sama |
3 |
|
|
Permutasi
siklis |
D.10 Menjelaskan pengertian permutasi siklis |
3 |
|
D.11 Mengontruksi rumus permutasi siklis |
3 |
|
|
D.12 Menyelesaikan masalah yang terkait dengan konsep permutasi siklis |
3 |
|
|
Kombinasi |
D.13 Menjelaskan pengertian kombinasi |
3 |
|
D.14 Mengontruksi rumus kombinasi |
3 |
|
|
D.15 Menyelesaikan masalah yang terkait dengan konsep kombinasi |
3 |
|
|
Binomium
newton |
D.16 Menggunakan kombinasi untuk menguraikan bentuk binomium newton |
3 |
|
Peluang
kejadian saling bebas |
D.17 Menjelaskan pengertian dua kejadian saling bebas |
3 |
|
D.18 Menentukan peluang dua kejadian saling bebas |
3 |
|
|
D.19 Menyelesaikan masalah kontekstual yang terkait dengan kejadian
saling bebas |
3 |
|
|
D.20 Menjelaskan pengertian proses stokastik berhingga |
3 |
|
|
D.21 Menentukan peluang dua kejadian saling bebas dengan proses
stokastik berhingga |
3 |
|
|
Peluang
kejadian bersyarat |
D.22 Menjelaskan pengertian kejadian bersyarat |
3 |
|
D.23 Menentukan peluang kejadian bersyarat |
3 |
|
|
D.24 Menyelesaikan masalah kontekstual yang terkait dengan kejadian
bersyarat |
3 |
|
|
Populasi
dan Sampel Analisis
Data |
D.25 Menjelaskan perbedaan populasi dan sampel |
4 |
|
D.26 Merumuskan pertanyaan dan menentukan bagaimana data dikumpulkan
dan dianalisis untuk menjawab pertanyaan |
4 |
|
|
D.27 Menjelaskan teknik pengambilan sampel yang baik (untuk survey,
selain itu juga praktik baik dalam melakukan percobaan empiris maupun yang
bersifat observasi) |
4 |
|
|
D.28 Mendesain dan mengimplementasi rencana pengumpulan data |
4 |
|
|
D.29 Mengidentifikasi cara yang tepat untuk merangkum data secara
statistik |
4 |
|
|
D.30 Menganalisis bagaimana distribusi sampel (melalui simulasi)
digunakan untuk menjelaskan variabilitas dari sampel |
4 |
D. Rasional Penyusunan Alur
dan Tujuan Pembelajaran
Penyusunan
Alur dan Tujuan Pembelajaran Matematika untuk Fase F Kelas 11 dan 12 SMA ini
dilakukan dengan cara menurunkan Capaian Pembelajaran Fase dari masing- masing
domain menjadi tujuan pembelajaran yang merupakan tahapan-tahapan yang perlu
dicapai sebelum siswa dapat mencapai capaian akhir yang diharapkan pada fase
ini. Tujuan pembelajaran ini kemudian dikelompokkan untuk membentuk Unit
Pembelajaran. ATP ini dimulai untuk kelas 11 dengan Unit 1 tujuan pembelajaran
dari domain Aljabar dan Fungsi, dengan materi pokok komposisi fungsi dan fungsi
invers. Dilanjutkan Unit 2 tujuan pembelajaran dari domain Geometri dengan
materi pokok panjang busur, luas juring, persamaan lingkaran dan persamaan
garis singgung lingkaran. Diakhiri Unit 3 tujuan pembelajaran dari domain
Analisis Data dan Peluang dengan materi kaidah pencacahan dan melanjutkan
materi peluang fase E yaitu peluang kejadian saling bebas dan bersyarat.
Sedangkan
untuk kelas 12 hanya membahas satu unit pembelajaran yaitu unit 4 dari domain
Analisis Data dan Peluang dengan materi pokok statistika (penerapan materi
statistika Fase E) yang lebih menekankan pada bagaimana siswa mengolah data
statistik mulai dari teknik pengambilan sampel sampai dengan penarikan
kesimpulan.
Perkiraan
total jumlah jam pelajaran yang dibutuhkan adalah 144 JP.
Unit
Pembelajaran 11.1:
Fungsi
Komposisi dan Fungsi Invers
|
Tujuan
Unit |
Unit ini membahas fungsi komposisi dan fungsi invers
serta memodelkan masalah kontekstual yang terkait dengan fungsi komposisi |
|
Domain |
Aljabar dan Fungsi |
|
Perkiraan
JP Unit |
39 |
|
Kata
Kunci |
Fungsi komposisi, fungsi invers |
|
Penjelasan
Singkat (Isi dan Proses) |
Siswa mengidentifikasi macam-macam fungsi, menggunakan
aljabar fungsi dan komposisi fungsi untuk memodelkan masalah kontekstual |
|
Profil
Pelajar Pancasila |
Berpikir Kritis dalam menganalisis sifat-sifat komposisi fungsi Kreatif dalam memodelkan masalah kontekstual menggunakan fungsi komposisi |
|
Glosarium |
Fungsi komposisi adalah penggabungan operasi dua jenis fungsi sehingga menghasilkan sebuah fungsi baru Fungsi invers adalah suatu fungsi yang
berkebalikan dari fungsi asalnya |
|
Tujuan Pembelajaran |
Topik |
JP |
|
A.1 Membedakan relasi dan fungsi |
Relasi dan fungsi |
3 |
|
A.2 Membandingkan fungsi
surjektif, fungsi injektif dan fungsi bijektif |
Macam-macam fungsi |
3 |
|
A.3 Membandingkan fungsi-fungsi khusus (konstan, identitas,
genap-ganjil, modulus, tangga) |
Macam-macam fungsi |
3 |
|
A.4 Menerapkan operasi aljabar fungsi untuk menunjukkan ekuivalensi
ekspresi |
Aljabar fungsi |
3 |
|
A.5 Menerapkan konsep komposisi fungsi untuk menyederhanakan
ekspresi |
Komposisi fungsi |
3 |
|
A.6 Menganalisis sifat-sifat komposisi fungsi khususnya
memperhatikan domain |
Komposisi fungsi |
3 |
|
A.7 Menerapkan sifat-sifat komposisi fungsi untuk menyatakan fungsi
komposisi dari komposisi dua fungsi atau lebih |
Komposisi fungsi |
3 |
|
A.8 Memodelkan masalah yang terkait dengan fungsi komposisi |
Komposisi fungsi |
3 |
|
A.9 Menyelesaikan masalah yang terkait dengan fungsi komposisi |
Komposisi fungsi |
3 |
|
A.10 Menjelaskan konsep invers fungsi |
Fungsi invers |
3 |
|
A.11 Mengontruksi rumus invers dari beberapa fungsi (linear, kuadrat,
eksponen dan logaritma) |
Rumus Fungsi Invers |
3 |
|
A.12 Menentukan suatu fungsi jika fungsi komposisi dan fungsi lain
diketahui |
Komposisi fungsi dan fungsi invers |
6 |
|
TOTAL |
39 |
|
Unit
Pembelajaran 11.2:
Lingkaran
|
Tujuan
Unit |
Unit ini membahas lingkaran dari unsur-unsur lingkaran,
persamaan lingkaran sampai dengan persamaan garis singgung lingkaran dengan
berbagai situasi |
|
Domain |
Aljabar dan Fungsi |
|
Perkiraan
JP Unit |
36 |
|
Kata
Kunci |
Panjang busur, juring, tembereng, persamaan lingkaran,
persamaan garis singgung lingkaran |
|
Penjelasan
Singkat (Isi dan Proses) |
Siswa mengidentifikasi unsur-unsur lingkaran (Panjang
busur, juring, tembereng), dilanjutkan menyusun persamaan lingkaran dengan
pusat O(0,0) maupun titik tertentu kemudian menentukan persamaan garis
singgung lingkaran dari berbagai situasi sampai dengan menganalisis hubungan
dua lingkaran |
|
Profil
Pelajar Pancasila |
Berpikir Kritis dalam menganalisis hubungan dua lingkaran Kreatif dalam mengidentifikasi
unsur-unsur yang ada pada lingkaran |
|
Glosarium |
Panjang busur adalah panjang bagian
keliling lingkaran yang dibatasi oleh dua titik Juring adalah
daerah pada lingkaran yang
dibatasi oleh busur dan dua buah jari-jari yang berada pada kedua ujungnya. Tembereng adalah daerah pada lingkaran yang dibatasi oleh sebuah
busur dengan tali busurnya. |
|
Tujuan Pembelajaran |
Topik |
JP |
|
G.1 Menjelaskan konsep lingkaran |
Konsep lingkaran |
1 |
|
G.2 Mengidentifikasi unsur-unsur lingkaran |
Unsur lingkaran |
2 |
|
G.3 Menentukan panjang busur lingkaran |
Panjang busur |
2 |
|
G.4 Menjelaskan hubungan antara dua sudut dan panjang busur lingkaran |
Panjang busur |
1 |
|
G.5 Menentukan luas juring lingkaran |
Luas juring |
1 |
|
G.6 Menjelaskan hubungan antara dua sudut dan luas juring lingkaran |
Luas juring |
1 |
|
G.7 Menentukan luas tembereng lingkaran |
Luas tembereng |
1 |
|
G.8 Mengontruksi rumus persamaan lingkaran berpusat di titik O(0,0)
dan berjari-jari r |
Persamaan lingkaran |
3 |
|
G.8 Mengontruksi rumus persamaan lingkaran berpusat di titik (a, b)
dan berjari-jari r |
Persamaan lingkaran |
3 |
|
G.9 Menganalisis kedudukan garis terhadap lingkaran secara geometris
maupun aljabar |
Kedudukan garis dan lingkaran |
6 |
|
G.10 Mengontruksi rumus persamaan garis singgung titik pada lingkaran |
Persamaan garis singgung lingkaran |
3 |
|
G.11 Mengontruksi rumus persamaan garis singgung titik di luar
lingkaran |
Persamaan garis singgung lingkaran |
3 |
|
G.12 Mengontruksi rumus persamaan garis singgung lingkaran dengan
gradien tertentu |
Persamaan garis singgung lingkaran |
3 |
|
G.13 Menganalisis hubungan dua lingkaran |
Hubungan dua lingkaran |
6 |
|
TOTAL |
36 |
|
Unit
Pembelajaran 11.3:
Peluang
|
Tujuan
Unit |
Unit ini membahas peluang lanjutan dari fase E dimulai
dari kaidah pencacahan (aturan penjumlahan, aturan perkalian, permutasi,
kombinasi) dilanjutkan peluang kejadian saling bebas dan kejadian bersyarat |
|
Domain |
Analisis Data dan Peluang |
|
Perkiraan
JP Unit |
33 |
|
Kata
Kunci |
Kaidah pencacahan, permutasi, kombinasi, kejadian saling
bebas, kejadian bersyarat |
|
Penjelasan
Singkat (Isi dan Proses) |
Siswa memahami kaidah pencacahan yang akan digunakan
dalam menentukan peluang kejadian saling bebas maupuan kejadian bersyarat
dalam masalah kontekstual/situasi nyata |
|
Profil
Pelajar Pancasila |
Berpikir Kritis dalam menganalisis kaidah pencacahan |
|
Kreatif dalam
memecahkan masalah kontektual menggunakan peluang |
|
|
Glosarium |
Kaidah pencacahan adalah aturan untuk menghitung seluruh kemungkinan yang bisa terjadi
dalam suatu percobaan tertentu Permutasi adalah
susunan yang dapat dibentuk dari suatu kumpulan objek yang
diambil sebagian atau seluruhnya dengan memperhatikan urutannya Kombinasi adalah
susunan yang dapat dibentuk dari suatu kumpulan objek yang diambil sebagian
atau seluruhnya dengan tidak memperhatikan urutannya Kejadian saling bebas adalah kejadian pertama tidak mempengaruhi kejadian berikutnya Kejadian bersyarat adalah kejadian pertama mempengaruhi kejadian berikutnya |
|
Tujuan Pembelajaran |
Topik |
JP |
|
D.1 Menjelaskan aturan penjumlahan |
Aturan penjumlahan |
3 |
|
D.2 Menjelaskan aturan perkalian |
Aturan perkalian |
|
|
D.3 Menyelesaikan masalah yang terkait dengan aturan penjumlahan dan
atau aturan perkalian |
Aturan penjumlahan dan aturan perkalian |
|
|
D.4 Menjelaskan pengertian permutasi |
Permutasi |
3 |
|
D.5 Mengontruksi rumus permutasi |
||
|
D.6 Menyelesaikan masalah yang terkait dengan konsep permutasi |
||
|
D.7 Menjelaskan pengertian permutasi dengan beberapa objek yang sama |
Permutasi dengan objek yang sama |
3 |
|
D.8 Mengontruksi rumus permutasi dengan beberapa objek yang sama |
||
|
D.9 Menyelesaikan masalah yang terkait dengan konsep permutasi
dengan beberapa objek yang sama |
||
|
D.10 Menjelaskan pengertian permutasi siklis |
Permutasi siklis |
3 |
|
D.11 Mengontruksi rumus permutasi siklis |
||
|
D.12 Menyelesaikan masalah yang terkait dengan konsep permutasi siklis |
||
|
D.13 Menjelaskan pengertian kombinasi |
Kombinasi |
3 |
|
D.14 Mengontruksi rumus kombinasi |
||
|
D.15 Menyelesaikan masalah yang terkait dengan konsep kombinasi |
||
|
D.16 Menggunakan kombinasi untuk menguraikan bentuk binomium newton |
Binomium newton |
3 |
|
D.17 Menjelaskan pengertian dua kejadian saling bebas |
Peluang kejadian saling bebas |
3 |
|
D.18 Menentukan peluang dua kejadian saling bebas |
||
|
D.19 Menyelesaikan masalah kontekstual yang terkait dengan kejadian
saling bebas |
Aplikasi peluang kejadian saling bebas |
3 |
|
D.20 Menjelaskan pengertian proses stokastik berhingga |
Proses stokastik berhingga |
3 |
|
D.21 Menentukan peluang dua kejadian saling bebas dengan proses
stokastik berhingga |
||
|
D.22 Menjelaskan pengertian kejadian bersyarat |
Peluang kejadian bersyarat |
3 |
|
D.23 Menentukan peluang kejadian bersyarat |
||
|
D.24 Menyelesaikan masalah kontekstual yang terkait dengan kejadian
bersyarat |
Aplikasi peluang kejadian bersyarat |
3 |
|
TOTAL |
33 |
|
Labels
- ABOUT MATH. (42)
- BANK SOAL SMP (1)
- E-BOOK MATEMATIKA ( UNTUK MAHASISWA S1 (14)
- E-BOOK OLIMPIADE MATEMATIKA ( VERSI BAHASA INDONESIA ) (35)
- E-BOOK OLIMPIADE MATEMATIKA INTERNASIONAL ( ENGLISH VERSION ) (14)
- E-BOOK OLIMPIADE SAINS (11)
- E-BOOK UN DAN SBMPTN (37)
- INSTRUMEN EVALUASI (38)
- KISI-KISI UN 2019 (1)
- KSM ( KOMPETENSI SAINS MADRASAH ) (4)
- KUMPULAN LKPD/LKS MATEMATIKA SMA (65)
- MATH. HISTORY (1)
- MIX (27)
- MODUL DAN BAHAN AJAR (74)
- OLIMPIADE MATEMATIKA (5)
- PERANGKAT PEMBELAJARAN (27)
- PPG (31)
- PROFESI KEGURUAN (64)
- SOAL-SOAL OLIMPIADE MATEMATIKA (4)
- STAN AND STIS (6)
Search This Blog
Archive
Archive
- June 20231
- March 20231
- November 20222
- October 20222
- September 20223
- August 20221
- July 20227
- June 20225
- March 20223
- February 20226
- January 20221
- December 20211
- November 20212
- October 20211
- September 20212
- August 202111
- July 20217
- June 202110
- May 20214
- April 20212
- February 20219
- January 202110
- December 20204
- November 20206
- October 202017
- September 202015
- August 20209
- July 20205
- June 202017
- May 20209
- April 20209
- March 202037
- February 202071
- January 20208
- September 201917
- August 201915
- July 20199
- June 201920
- May 201919
- April 20191
- March 20191
- February 201932
- January 201944
- October 20161
- July 20125
Category
- ABOUT MATH. (42)
- BANK SOAL SMP (1)
- E-BOOK MATEMATIKA ( UNTUK MAHASISWA S1 (14)
- E-BOOK OLIMPIADE MATEMATIKA ( VERSI BAHASA INDONESIA ) (35)
- E-BOOK OLIMPIADE MATEMATIKA INTERNASIONAL ( ENGLISH VERSION ) (14)
- E-BOOK OLIMPIADE SAINS (11)
- E-BOOK UN DAN SBMPTN (37)
- INSTRUMEN EVALUASI (38)
- KISI-KISI UN 2019 (1)
- KSM ( KOMPETENSI SAINS MADRASAH ) (4)
- KUMPULAN LKPD/LKS MATEMATIKA SMA (65)
- MATH. HISTORY (1)
- MIX (27)
- MODUL DAN BAHAN AJAR (74)
- OLIMPIADE MATEMATIKA (5)
- PERANGKAT PEMBELAJARAN (27)
- PPG (31)
- PROFESI KEGURUAN (64)
- SOAL-SOAL OLIMPIADE MATEMATIKA (4)
- STAN AND STIS (6)












.jpg)