Pages

This is default featured slide 1 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 2 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 3 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 4 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 5 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

Showing posts with label MODUL DAN BAHAN AJAR. Show all posts
Showing posts with label MODUL DAN BAHAN AJAR. Show all posts

Tuesday, July 16, 2024

KUMPULAN MODUL P5 ( PROJEK PENGUATAN PROFIL PELAJAR PANCASILA)

 KUMPULAN MODUL P5 

( PROJEK PENGUATAN PROFIL PELAJAR PANCASILA)



Apa itu Projek Penguatan Profil Pelajar Pancasila (P5) ?

P5 adalah yaitu pembelajaran lintas disiplin ilmu dalam mengamati dan memikirkan solusi terhadap permasalahan di lingkungan sekitar untuk menguatkan berbagai kompetensi dalam Profil Pelajar Pancasila.

Sebuah projek adalah serangkaian kegiatan yang disusun untuk mencapai tujuan tertentu dengan cara memeriksa sebuah topik yang menantang. Projek ini dirancang sedemikian rupa sehingga peserta didik dapat melakukan penyelidikan, menyelesaikan masalah, dan membuat keputusan. Peserta didik bekerja dalam periode waktu yang telah dijadwalkan untuk menghasilkan produk atau tindakan. Berdasarkan Pedoman Kemendikbudristek Nomor 56 Tahun 2022, Projek Penguatan Profil Pelajar Pancasila (P5) adalah sebuah kegiatan kokurikuler yang berfokus pada pendekatan proyek untuk memperkuat upaya dalam mencapai kompetensi dan karakter yang sesuai dengan Profil Pelajar Pancasila yang didasarkan pada Standar Kompetensi Lulusan (SKL).

Pelaksanaan Projek Penguatan Profil Pelajar Pancasila dilakukan secara fleksibel dalam hal konten, kegiatan, dan waktu pelaksanaan. Projek ini dirancang secara terpisah dari kurikulum inti. Tujuan, materi, dan aktivitas pembelajaran dalam projek tidak harus terkait langsung dengan tujuan atau materi pembelajaran dalam kurikulum inti. Institusi pendidikan memiliki fleksibilitas untuk melibatkan masyarakat atau dunia kerja dalam perencanaan dan pelaksanaan Projek Penguatan Profil Pelajar Pancasila.

Kelebihan dan Kekurangan Kurikulum Merdeka

Penerapan P5 dapat menghasilkan siswa yang mandiri karena mereka diajarkan dan dilatih untuk mempersiapkan diri mereka untuk dunia kerja di masa depan. Mereka akan memperoleh keterampilan yang diperlukan dalam berbagai aspek seperti perencanaan, pemilihan, penganggaran, pengelolaan, dan lainnya. 

Ini akan memperkuat kompetensi siswa dan meningkatkan kesiapan mereka dalam menghadapi persaingan di dunia kerja. Selain itu, menerapkan P5 juga dapat merangsang kreativitas siswa karena mereka terbiasa mencari solusi untuk mengatasi masalah dengan cara yang lebih efektif dan efisien.

Salah satu kelemahan dari menerapkan P5 adalah bahwa itu mengharuskan pengeluaran yang lebih tinggi jika dibandingkan dengan kurikulum konvensional. Ini disebabkan oleh kebutuhan siswa akan peralatan yang lebih modern dan lengkap.

Selain itu, penerapan P5 memerlukan perubahan dalam sistem dan metode pembelajaran yang berbeda dari kurikulum tradisional, yang pada gilirannya memerlukan persiapan yang cukup lama sebelum dapat diterapkan.

Kendala lainnya adalah kekurangan tenaga pengajar yang memiliki kompetensi yang memadai dalam mengajar P5. Ini karena P5 menuntut keahlian dalam perencanaan, pemilihan sumber belajar, alokasi anggaran, manajemen, dan penjaminan mutu pendidikan yang canggih.


Terakhir, diperlukan pengawasan dan evaluasi yang ketat untuk memastikan tujuan dari P5 tercapai, tetapi seringkali, pengawasan dan evaluasi ini tidak dilakukan dengan optimal.

Dalam penerapan Konsep P5 (Perencanaan, Pemilihan, Penganggaran, Pengelolaan, dan Penjaminan Mutu Pendidikan) dalam Kurikulum Merdeka, terdapat sejumlah keunggulan dan kelemahan yang perlu dipertimbangkan.

Salah satu keunggulan adalah kemampuannya dalam menciptakan lulusan yang mandiri, memperkuat kompetensi siswa, dan merangsang kreativitas mereka. Meskipun begitu, terdapat pula beberapa kelemahan yang mencakup kebutuhan akan alokasi dana yang lebih besar, potensi gangguan terhadap operasional sekolah yang sudah berjalan, kekurangan tenaga pengajar yang memiliki kompetensi yang memadai, serta keterbatasan dalam pengawasan dan evaluasi yang efektif.

Karenanya, sebelum mengadopsi Konsep P5 ke dalam Kurikulum Merdeka, penting untuk melakukan studi dan persiapan yang cermat guna meminimalkan kekurangan yang mungkin timbul serta mengoptimalkan manfaat yang dapat diperoleh dari penerapannya.


BERIKUT MODUL P5 YANG BISA DIDOWNLOAD DAN BISA DIEDIT SESUAI KEBUTUHAN SEKOLAH

MODUL P5 KEARIFAN LOKAL DISINI

MODUL P5 BEREKAYASA DAN BERTEKNOLOGI DISINI

MODUL P5 BEREKAYASA DAN BERTEKNOLOGI UNTUK MEMBANGUN NKRI DISINI

MODUL P5 TEMA SUARA DEMOKRASI DISINI

MODUL P5 TEMA KEWIRAUSAHAAN DISINI

MODUL P5 TEMA GAYA HIDUP BERKELANJUTAN DISINI

MODUL P5 TEMA KEWIRAUSAHAAN 2 DISINI

MODUL P5 TEMA SUARA DEMOKRASI 2 DISINI

TUGAS KOORDINATOR DAN FASILITATOR PROYEK P5 DISINI


Sunday, July 14, 2024

PERANGKAT PEMBELAJARAN MATEMATIKA LANJUT KELAS XI KURIKULUM MERDEKA

 PERANGKAT PEMBELAJARAN MATEMATIKA LANJUT KELAS XI KURIKULUM MERDEKA



Mata pelajaran Matematika Tingkat Lanjut bertujuan untuk membekali peserta didik agar dapat:

1. memahami materi pembelajaran matematika berupa fakta, konsep, prinsip, operasi, dan relasi matematis dan mengaplikasikannya secara luwes, akurat, efisien, dan tepat dalam pemecahan masalah matematis (pemahaman matematis dan kecakapan prosedural);

2. menggunakan penalaran pada pola dan sifat, melakukan manipulasi matematis dalam membuat generalisasi, menyusun bukti, atau menjelaskan gagasan dan pernyataan matematika (penalaran dan pembuktian matematis);

3. memecahkan masalah yang meliputi kemampuan memahami masalah, merancang model matematis, menyelesaikan model atau menafsirkan solusi yang diperoleh (pemecahan masalah matematis);

4. mengomunikasikan gagasan dengan simbol, tabel, diagram, atau media lain untuk memperjelas keadaan atau masalah, serta menyajikan suatu situasi ke dalam simbol atau model matematis (komunikasi dan representasi matematis),

5. mengaitkan materi pembelajaran matematika berupa fakta, konsep, prinsip, operasi, dan relasi matematis pada suatu bidang kajian, lintas bidang kajian, lintas bidang ilmu, dan dengan kehidupan (koneksi matematis), dan

6. memiliki sikap menghargai kegunaan matematika dalam kehidupan, yaitu memiliki rasa ingin tahu, perhatian, dan minat dalam mempelajari matematika, serta sikap kreatif, sabar, mandiri, tekun, terbuka, tangguh, ulet, dan percaya diri dalam pemecahan masalah (disposisi matematis).


Capaian Pembelajaran setiap elemen mata pelajaran Matematika Tingkat Lanjut adalah sebagai berikut

Elemen

Capaian Pembelajaran

Aljabar dan Fungsi

Peserta didik dapat melakukan operasi aritmetika pada polinomial (suku banyak), menentukan faktor polinomial, dan menggunakan identitas polinomial untuk menyelesaikan masalah. Peserta didik dapat melakukan operasi aljabar pada matriks dan menerapkannya dalam transformasi geometri. Peserta didik dapat menyatakan fungsi trigonometri menggunakan lingkaran satuan, memodelkan fenomena periodik dengan fungsi trigonometri, dan membuktikan serta menerapkan identitas trigonometri dan aturan cosinus dan sinus. Peserta didik dapat mengenal berbagai fungsi (termasuk fungsi rasional, fungsi akar, fungsi eksponensial, fungsi logaritma, fungsi nilai mutlak, fungsi tangga, dan fungsi piecewise dan menggunakannya untuk memodelkan berbagai fenomena.

Geometri

Peserta didik dapat menyatakan vektor pada bidang datar, dan melakukan operasi aljabar pada vektor. Mereka dapat melakukan pembuktian geometris menggunakan vektor.

Peserta didik dapat menyatakan sifat- sifat geometri dari persamaan lingkaran, elips, dan persamaan garis singgung.

Analisis Data dan Peluang

Peserta didik memahami variabel diskrit acak dan fungsi peluang, dan menggunakannya dalam memodelkan data. Mereka dapat menginterpretasi parameter distribusi data secara statistik (seragam, binomial dan normal), menghitung nilai harapan distribusi binomial dan normal, dan menggunakannya dalam penyelesaian masalah.

Kalkulus

Peserta didik dapat memahami laju perubahan dan laju perubahan rata- rata, serta laju perubahan sesaat sebagai konsep kunci derivatif (turunan), baik secara geometris maupun aljabar. Mereka dapat menentukan turunan dari fungsi polinomial, eksponensial, dan trigonometri, dan menerapkan derivatif untuk membuat sketsa kurva, menghitung gradien dan menentukan persamaan garis singgung, menentukan kecepatan sesaat danmenyelesaikan soal optimasi. Mereka dapat memahami integral, baik sebagai proses yang merupakan kebalikan dari derivatif dan juga sebagai cara menghitung luas. Mereka memahami teorema dasar kalkulus sebagai penghubung antara derivatif dan integral.

DOWNLOAD CP TERBARU 2024 DISINI

DOWNLOAD KALENDER PENDIDIKAN 2024-2025 DISINI

MODUL AJAR POLINOMIAL DISINI

MODUL AJAR MATRIKS LANJUTAN DISINI

MODUL AJAR TRANSFORMASI GEOMETSI DISINI

MODUL AJAR FUNGSI TRIGONOMETR,RASIONAL DLL DISINI

KKTP DISINI

PROSEM MATEMATIKA LANJUT DISINI

PROGRAM TRAHUNAN DISINI

BUKU GURU MATEMATIKA LANJUT DISINI

BUKU SISWA MATEMATIKA LANJUT DISINI

Tuesday, February 13, 2024

SOAL SNBT PENALARAN MATEMATIKA PART 4

 SOAL SNBT PENALARAN MATEMATIKA PART 4



INFORMASI SOAL

Tumpahan oli ditemukan di tengah laut. Penampangnya berupa dua lingkaran dengan jarak dua pusatnya tetap yaitu 468 m. Radius tumpahan pertama adalah 9 m dan bertambah dua kali lipat setiap 2 jam sedangkan radius tumpahan kedua adalah 4 m dan bertambah tiga kali lipat setiap 2 jam.

Soal 1

Radius kedua tumpahan akan sama setelah … jam

(A) 2

(B) 4

(C) 6

(D) 8

(E) 10


Jawab: (B)

Bentuk pola radius (jari-jari) dari tumpahan oli ditemukan di tengah laut:

Dari tabel di atas diketahui bahwa jari-jari tumpahan oli ditemukan di tengah laut setelah 4 jam. Jadi, radius kedua tumpahan akan sama setelah (B) 4 jam.


Soal 2

Kedua tumpahan akan bersinggungan setelah … jam.

(A) 4

(B) 6

(C) 8

(D) 10

(E) 12


Jawab: (C)

Kedua lingkaran akan bersinggungaan saat jumlah kedua jari-jari sama dengan jarak kedua pusat lingkaran. Diketahui bahwa jarak kedua pusat lingkaran dari tumpahan oli adalah 468 m.

Panjang jari-jari lingkaran dari tumpahan oli ditemukan di tengah laut setiap 2 jam terdapat pada tabel berikut.


Dari tabel di atas diketahui bahwa jumlah jari-jari kedua lingkaran sama dengan jarak kedua pusat setelah 8 jam. Jadi, kedua tumpahan akan bersinggungan setelah (C) 8 jam.


Soal 3

Setelah beberapa jam tumpahan oli pertama mempunyai ketebalan 1/4 kali ketebalan awalnya?

(A) 2

(B) 4

(C) 6

(D) 7

(E) 10

Jawab: (A)

Misalkan tumpahan oli pertama berupa tabung yang awalnya memiliki jari-jari r = 9 m dan ketinggian h meter. Besar volume tumpahan oli tersebut adalah V = Ï€r2h = Ï€×92×h = 81Ï€h.

Beberapa jam kemudian, ketingngian tumpahan oli adalah h’ = 1/4h dengan jari-jari yang bertambah panjang (misalkan: r’).

Panjang jari-jari setelah beberapa jam:

V = Ï€r’2h’
81Ï€h = Ï€×r’2×1/4h
r’2 = 4×81 = 324
r’ = √324 = 18 m

Panjang jari-jari tumpahan oli ditemukan di tengah laut dari waktu ke waktu:


Dari tabel perubahan jari-jari dari tumpahan oli setiap 2 jam dapat diketahui bahwa jari-jari tumpahan oli r = 18 terjadi setelah 2 jam. Jadi, tumpahan oli pertama mempunyai ketebalan 1/4 kali ketebalan awalnya setelah (A) 2 jam.


INFORMASI SOAL

Suatu wahana kincir ria (jenis wheel) dilengkapi dengan 12 tempat duduk. Jarak antara tempat duduk ke-1 dan ke-3 adalah 6 m. Panjang tiap penyangga adalah 12 m. Untuk menggerakkan kincir Ria itu, dipasang roda penggerak pada poros pada kincir Ria.

Roda penggerak dan roda mesin penggerak mempunyai raidus yang sama yaitu 1 m, dan keduanya dihubungakan dengan sebuah sabuk. Roda mesin penggerak berada di bawah roda penggerak dengan titik pusat berjarak 2 m di atas tanah.


Soal 1
Radius lingkaran paling luar adalah … m.
(A) 6
(B) 7
(C) 8
(D) 9
(E) 10

Jawab: (A)

Misalkan titik untuk tempat duduk ke-1 dan ke-3 dari suatu wahana kincir ria tersebut berturut-turut adalah P dan Q, maka jarak QR = 6 m. Ada 6 segitiga yang dapat dibentuk oleh ruas garis yang menghubungkan dua tempat duduk berselisih satu dengan radius kincir.

Keenam segitiga yang dibentuk sama besar. Besar sudut untuk satu lingkaran penuh sama dengan 360o. Sehingg besar ∠POQ sama dengan 360o : 6 = 60o.


Ketiga besar sudut segitiga sama dengan 60o sehingga dapat disimpulkan bahwa ΔOPQ merupakan segitiga sama kaki. Pada segitiga sama kaki, panjang ketiga sisinya sama panjang. Dengan begitu, panjang OP = OQ = PQ = 6 m.

Radius lingkaran kincir ria paling luar sama dengan OP = OQ. Jadi, radius lingkaran paling luar adalah (A) 6 m.

Soal 2

Tinggi poros kincir ria adalah … m.

(A)   4√3

(B)   6√3

(C)   4√6

(D)   6√3 − 2

(E)   4√3 − 2

Jawab: (B)

Tinggi poros dari Suatu wahana kincir ria tersebut sama dengan jarak titik pusat roda penggerak ke tanah. Titik pusat roda penggerak kincir adalah titik O. Misalkan proyekti titik O ke tanah adalah titik R, tinggi poros kincir ria sama dengan panjang garis OR.



Diketahui panjang garis OS = 12 m (panjang tiang penyangga). Tinggi poros kincir ria adalah sama dengan panjang garis OR. Perbandingan panjang sisi OR dan OS sama dengan fungsi trigonomteri sin 60o = 1/2√3.

Sehingga, panjang garis OR dapat dicari tahu dengan cara berikut.


Soal 3
Panjang sabuk pada penggerak dan roda mesin penggerak adalah … m.
(A)   6√3 − 2 + 2Ï€
(B)   12√3 − 2 + 2Ï€
(C)   12√3 − 4 + 2Ï€
(D)   12√2 − 2 + 2Ï€
(E)   6√3 − 2 + 2Ï€


Jawab: (C)

Panjang sabuk pada penggerak dan roda mesin penggerak pada suatu kincir ria tersebut sama dengan keliling lingkaran ditambah dua kali jarak antara dua titik poros roda. 


Tinggi poros kincir ria adalah OR = 63 m dan jarak titik pusat roda mesin penggerak ke tanah adalah TR = 2 m (diketahui). Sehingga jarak kedua titik pusat roda penggerak sama dengan selisih OR dan TR.

1) Menghitung jarak kedua pusat roda penggerak: 
Jarak kedua pusat roda penggerak = OT
= OR − TR = (6√3 − 2) m

2) Menghitung panjang busur AB dan busur CD:
panjang busur AB + busur CD = keliling lingkaran
= 2Ï€r = 2×Ï€×1 = 2Ï€ m

3) Menghitung panjang sabuk penggerak:
= 2OT + keliling lingkaran
=  2(6√3 − 2) + 2Ï€
= 12√3 − 4 + 2Ï€

Jadi, panjang sabuk pada penggerak dan roda mesin penggerak adalah (C)   12√3 − 4 + 2Ï€

VIDEO PEMBAHASAN SNBT PART 4 KLIK DISINI
BUKU REKOMENDASI SNBT DISINI
SOAL SNBT DAN PEMBAHASAN PART 3 DISINI
SOAL SNBT DAN PEMBAHASAN PART 2 DISINI
SOAL SNBT DAN PEMBAHASAN PART 1 DISINI

Tuesday, January 2, 2024

SOAL AKM LITERASI SAINS FISIKA ( NUMERASI FISIKA SMA )

 SOAL AKM LITERASI SAINS FISIKA ( NUMERASI FISIKA SMA )

Mapel

: Fisika

Jenjang

: SMA Fase F

Capaian

Pembelajaran

: Peserta didik mampu menerapkan konsep dan prinsip vektor kedalam kinematika  dan  dinamika  gerak  partikel, usaha  dan  energi,  fluida  dinamis,  getaran  harmonis,  gelombang bunyi dan gelombang cahaya dalam menyelesaikan masalah, serta menerapkan prinsip dan konsep energi kalor dan termodinamika dengan berbagai perubahannya dalam mesin kalor. Peserta didik mampu menerapkan konsep dan  prinsip  kelistrikan  (baik  statis maupun  dinamis)  dan  kemagnetan  dalam  berbagai  penyelesaian masalah dan berbagai produk teknologi, menerapkan konsep dan prinsip gejala  gelombang  elektromagnetik  dalam  menyelesaikan masalah. Peserta didik mampu  menganalisis  keterkaitan  antara berbagai  besaran  fisis  pada  teori  relativitas  khusus,  gejala kuantum  dan  menunjukkan  penerapan  konsep  fisika  inti dan radioaktifitas dalam kehidupan sehari-hari serta peserta didik mampu memberi penguatan pada aspek fisika sesuai dengan minat  untuk  ke  perguruan  tinggi  yang  berhubungan  dengan bidang fisika. Melalui kerja ilmiah juga dibangun sikap ilmiah dan profil  pelajar  pancasila  khususnya  mandiri,  inovatif,  bernalar kritis, kreatif dan bergotong royong.

Tujuan Pembelajaran

: Siswa dapat menganalisis hubungan antara usaha dan perubahan energi kinetik dan kecepatan gerak benda

Padanaan pd KD K13

: Menganalisis konsep energi, usaha (kerja), hubungan usaha (kerja) dan  perubahan    energi, hukum kekekalan energi, serta penerapannya dalam peristiwa seharihar

Judul Stimulus

Hasil penelitian tentang kecepatan lari




Judul Stimulus

Data kecepatan Lari

Indikator

Siswa diberikan gambar dan data tentang kecepatan lari seorang pelari dan cheetah, dari data siswa dapat menentukan manakah yang melakukan usaha lebih besar

Bentuk Soal

Pilihan Ganda

Soal

Jika diketahui cheetah memiliki massa 60 kg dan massa tubuh Usain Bolt adalah 80 kg, maka yang melakukan usaha lebih besar adalah ….

a.       Cheetah, karena cheetah memiliki energi kinetik lebih kecil dan besarnya usaha akibat gaya sama dengan perubahan energi kinetik benda

b.      Usain, karena Usain memiliki energi kinetik lebih besar dan besarnya usaha akibat gaya sama dengan perubahan energi kinetik benda

c.       Cheetah dan Usain melakukan usaha sama besar karena memiliki energi kinetik yang sama besar

d.      Cheetah, karena cheetah memiliki energi kinetik lebih besar dan besarnya usaha akibat gaya sama dengan perubahan energi kinetik benda

e.       Usain, karena Usain memiliki energi kinetik lebih kecil dan besarnya usaha akibat gaya berbanding terbalik dengan perubahan energi kinetik benda

Kunci Jawaban

D, karena besarnya energi kinetik cheetah pada kecepatan tertinggi adalah 34070,7 J dan Usain adalah 5953,6 J

Pedoman Penskoran

Jika Jawaban benar

1

Jika jawaban salah

0


Judul Stimulus

Data kecepatan Lari

Indikator

Siswa diberikan gambar dan data tentang kecepatan lari seorang pelari dan cheetah, dari data siswa dapat menentukan besarnya kecepatan pada waktu tertentu

Bentuk Soal

Uraian

Soal

Apabila diketahui cheetah memiliki massa 60 kg dan bergrak lurus dengan kecepatan tertingginya. Jika setelah berlari selama 2 menit dari kecepatan tertingginya, energi chetaah berkurang 30 %, berapakah kecepatan lari cetah sekarang . . . .

Kunci Jawaban

Dik

Mc

=

60 kg

 

Kecepatan cheetah

=

120 km/jam = 33,3 m/s

 

 

 

Setelah berlari 2 menit energi brkurang 30 %

Dit

:

 

Kecepatan Cheetah sekarang adalah . . . .

Jawab

 

 

 

Dari hukum kekekalan energi kinetik

=

Energi awal cheetah adalah

Wa = ½ mv2 = ½ *60*(33.3)

     = 33267 J

Energi setelah 2 menit adalah

W = 30% x Wa

W = 0,3 x 33267

W = 9980

 

Kecepatannya setelah 2 menit adalah

=

Wakhir = ½ mv2

 9980 = 0,5 x 80 x v2

V = 18,2 m/s

Pedoman Penskoran

Jika Jawaban benar

1

Jika jawaban salah

0


Judul Stimulus

Data kecepatan Lari

Indikator

Siswa diberikan gambar dan data tentang kecepatan lari seorang pelari dan cheetah, dari data siswa dapat menentukan benar dan salah dari pernyataan yang diberikan

Bentuk Soal

Pilihan Ganda

Soal

Jika massa Usain bolt 80 kg dan massa cheetah 60 kg. Tentukan benar salah dari pernyataan berikut.

Besarnya Energi kinetik usain bolt pada jarak 100  meter adalah 16797 J (Benar/Salah)

Jika Usain menurunkan massanya menjadi sama dengan Chetah , maka energi kinetiknya akan sama besar (Benar/Salah)

Pada gerak Usain bolt maupun Cheetah berlaku hukum kekekalan energi kinetik (Benar/Salah)

Besarnya usaha yang dilakukan oleh chetah maupun Usain sangat bergantung besarnya kecepatan dan tidak bergantung pada massanya (Benar/Salah)

Kunci Jawaban

Besarnya Energi kinetik usain bolt pada jarak 100  meter adalah 16797 J (Benar)

Pada gerak Usain bolt maupun Cheetah berlaku hukum kekekalan energi kinetik (Benar)

Jika Usain menurunkan massanya menjadi sama dengan Chetah, maka energi kinetiknya akan sama besar (Salah)

Besarnya usaha yang dilakukan oleh chetah maupun Usain sangat bergantung besarnya kecepatan dan tidak bergantung pada massanya (Salah)

Pedoman Penskoran

Jika Jawaban benar

1

Jika jawaban salah

0


CONTOH SOAL 2 AKM FISIKA LITERASI SAINS


1.     1. Pada informasi poster di atas, besaran fisika yang diatur powerbank agar dapat dibawa bebas ke dalam pesawat adalah …

a.       Arus listrik

b.      Daya listrik

c.       Hambatan listrik

d.      Energi listrik

e.    Muatan Listrik


2. Perhatikan tabel di bawah ini

Powerbank

Muatan 

Tegangan (Voltase)

H

10.000 mAh

5 V

I

15.000 mAh

3 V

J

20.000 mAh

5 V

K

25.000 mAh

3 V

L

30.000 mAh

5 V





Powerbank mana saja yang dapat diizinkan Departemen perhubungan dibawa ke dalam kabin pesawat?

A. □ powerbank H

B. □ powerbank I

C. □ powerbank J

D. □ powerbank K

E. □ powerbank L


DOWNLOAD SOAL LENGKAP BENTUK WORD BISA DI EDIT KLIK DISINI


Search This Blog